Desa Banasare

Kontributor: Lis ‘atul Mufida

Desa Banasare adalah sebuah Desa yang terletak di kecamatan Tubaru kabupaten Sumenep, Madura. Asal-usul dari nama Desa Banasare adalah diambil dari kata “Bana” yang berarti Hutan dan “Sare” yang berarti Bunga.

Sejarah singkat dari Desa Banasare sendiri adalah pada zaman dahulu Desa Banasare merupakan sebuah hutan di kabupaten Sumenep yang merukan satu-satunya hutan yang banyak di tumbuhi berbagai macam bunga yang memiliki keadaan alam yang strategis, seperti sumber air yang melimpah, ranah yang subur, dan sungai yang mengalir deras.

Konon katanya, menurut cerita yang tersebar di masyarakat Banasare, bahwa sumber air yang ada di Desa Banasare dulunya dipakai oleh tokoh yang sangat terkenal di Madura yakni Joko Tole untuk Memandikan sekaligus untuk minum kudanya, karena itulah sumber air tersebut menjadi tersohor dan menarik beberapa enduduk untuk mendiami Desa Banasare dan menetap di sana.

Penduduk pertama yang mendiami Desa Banasare adalah Mardi Sabarno atau lebih akrab di panggil dengan Ju’enno oleh masyarakat Desa Banasare, tujuan awal dari ju’enno bukan untuk bertempat tinggal karena pada waktu beliau hanya ingin bertapa di Desa Banasare namun setelah beliau bertapa beliau menikah dengan penduduk Desa Banasare.

Pada saat itu peran Desa Banasare belum memiliki nama, karena tidak ada seorang pemimpin di desa tersebut dan tidak ada yang mau menamai desa tersebut. Peran Ju’enno sendiri adalah beliau menyebarkan agama islam dan mengajarkan kebenaran-kebenaran tentang kehidupan kepada masyarakat setempat, beliau juga mendirikan surau untuk tempat beribadah. Akhirnya berita tentang penyebaran agama islam yang dilakukan oleh Ju’enno terdengar sampai kabupaten dan terdengar pula oleh Raja dari Kerajaan Sumenep.

Mendengar kabar tersebut sang raja datang untuk berkunjung dan melihat keadaan di desa tersebut. Sang raja pun merasa tertarik dengan perkembangan dan kehidupan yang begitu nyaman di desa itu dan akhirnya sang raja menjadikan hutan tersebut menjadi sebuah desa di kecamatan Tubaru yang bernama Desa Banasare. Ju’enno pun di percaya oleh raja sebagai pemimpin desa tersebut.

Di tangan Ju’enno Desa Banasare berkembang pesat dan mayoritas penduduknya beragama islam seperti apa yang beliau sebarkan. Namun umurnya tak begitu panjang, beliau meninggal dunia pada usia 64 tahun dan di makamkan di dekat surau di Desa Banasare. Sampai sekarang makam ju’enno masih sering di kunjungi oleh Masyakat desa Banasare untuk meminta do’a kepada Sang Khaliq.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s