Asal Mula Nama Dusun “Asamnunggal”

Kontributor: Cilvia Sabta Nura

Saya melaksanakan penelitian Madurese Studies tentang Foklore ini pada hari Kamis, 27 Desember 2012. Karena pada saat itu saya bertepatan dengan hari libur sekolah, jadi kesempatan besar untuk mendatangi tempat dimana menjadi tujuan saya. Penelitian ini saya laksanakan di Kabupaten Sumenep, tepatnya di Dusun Asamnunggal, Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget. Saya tertarik mengetahui asal mula nama dusun tersebut, karena dusun tersebut adalah tempat dimana banyak sanak keluarga saya yang tinggal disana.

Saya mulai mencari narasumber untuk saya wawancara, tidak lain adalah Nenek saya sendiri yang bernama Djumairah, beliau berumur (71) tahun. Beliau adalah warga asli dusun Asamnunggal. Beliau mempunyai satu putra dan dua putri. Putra beliau tidak lain adalah ayah saya. Beliau bekerja sebagai ibu rumah tangga. Suami beliau meninggal pada waktu pengeboman kapal di sekitar kelautan Maluku. Suami beliau atau kakek saya adalah seseorang yang bekerja di Pelayaran.

Bagaimana asal mula desa Asamnunggal?

Dahulu waktu Belanda masih menguasai kawasan Madura khususnya Kecamatan Kalianget. Belanda mempekerjakan penduduk sekitar untuk bekerja di PT. Garam. PT. GARAM itu sendiri adalah pabrik yang memproduksi garam. Hanya orang- orang tertentu yang dapat bekerja disana. Bagaimana dengan orang-orang yang tidak tertentu? Beliau menjawab bahwa orang-orang tertentu itu bekerja di dalam pabrik itu sendiri, sedangkan orang-orang yang bisa dikatakan kurang berpendidikan hanya bekerja di lapangan, seperti: bekerja di talangan, untuk megolah air laut menjadi garam. Talangan adalah tempat yang digunakan untuk memanaskan air laut untuk menjadi garam secara manual, yaitu menggunakan cahaya matahari. Butuh waktu cukup lama untuk air laut menjadi garam, itupun kalau tidak hujan. Mungkin kalau hujan akan menambahkan waktu pembentukan. Untuk itu, penduduk yang bekerja langsung di lapangan sering kepanasan, kelelahan, bahkan dehidrasi.

Bagaiman mereka bisa bertahan dalam kondisi seperti itu?

Di depan kediaman beliau terdapat Talangan. Setiap pagi, siang, sore banyak pekerja dari penduduk sekitar rumah yang bekerja di talangan tersebut, terutama penduduk yang berkediaman di sebelah utara kediaman beliau. Setiap penduduk tersebut istirahat, mereka berteduh di sebuah pohon besar yang sangat rindang. Pohon itu adalah pohon asam. Disitulah mereka saling bercerita, bersenda gurau, makan bekal, bahkan tidur siang. Mereka beristirahat di bawah pohon tersebut setiap mereka istirahat dari bekerja, untuk itu pohon tersebut menjadi tempat yang sering mereka gunakan untuk beristirahat. Karena menjadi kebiasaan, sehingga mereka berfikir bahwa pohon tersebutlah yang menjadi lambang keakraban mereka. Yang lebih menarik, di wilayah mereka hanya ada satu pohon asam itu yang sangat besar dan rindang, dan bertepatan pada saat itu tempat dimana mereka tinggal belum diberi nama, sehingga mereka memutuskan manyebut wilayah mereka dengan sebutan Asamnunggal.

Asamnunggal sendiri berasal dari kata “Asam” yaitu menandakan pohon asam tersebut, dan “nunggal” yang berasal dari kata tunggal yang berarti satu. Karena wilayah yang diberi nama tersebut belum ditentukan batasnya, maka penduduk sekitar hanya menyebut wilayah itu  dimana hanya orang-orang yang sering berteduh disana.

Bagaiman keadaan Dusun Asamnunggal sekarang?

Dusun Asamnunggal sekarang mengikuti perkembangan jaman, sebagian penduduk ada yang bekerja dengan layak. Namun, sebagian juga masih bekerja di talangan. Sekarang talangan tersebut sudah di timbun dengan tanah dan tidak dapat di gunakan lagi, hanya di gunakan untuk tempat penyimpanan garam yang sudah jadi yang siap di kirim ke wilayah lain. Sedangkan pohon asam tersebut sampai sekarang masih berdiri kokoh. Tepatnya pohon tersebut berada di tengah-tengah dusun Asamnunggal. Pohon tersebuut masih berfungsi untuk berteduh para penduduk yang pulang dari sawah atau ladang.

Bagaimana dengan kondisi PT.GARAM yang di kuasai Belanda?

Pada saat ada perlawan dari penduduk asli Madura, Belanda mundur. Pada saat itu PT,GARAM jatuh ditangan warga asli Madura, namun orang tersebut malah menyelewengkan kekuasaannya dan melakukan tindak korupsi. Madura rugi banyak dari korupsi itu, dan warga Madura terutama Kalianget sangat kecewa karena pabrik PT.GARAM tersebut sekarang di pindahkan di Surabaya. Akibatnya, daerah Kalianget menjadi sepi tanpa ada kegiatan seperti sebelumnya.

1 thought on “Asal Mula Nama Dusun “Asamnunggal”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s